<iframe frameborder="0" src="http://sebar.idblognetwork.com/psg_ppc_flash.php?b=7042&sz=468x60" width="478px" height="70px" marginwidth=0 marginheight=0 ></iframe>
Beranda Editorial Pak Amin Sweeney dan Saya Baca Puisi
Baner

Pak Amin Sweeney dan Saya Baca Puisi

Dikaki Gunung Singgalang dan Merapi

Ketika jilid ketiga (terakhir dan penutup) Karya Lengkap Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi terbit lalu diluncurkan  pada tahun 2008 di Jakarta, saya tak habis kagum pada Pak Amin Sweeney. Sepuluh tahun lamanya (1998-2008), dalam status pensiun sebagai Profesor Emeritus Sastra Melayu/Indonesia dari Universitas California di Berkeley, A.S., dalam usia 60 sampai dengan 70 tahun beliau mengerjakannya di rumah kediamannya di Taman Buaran Indah I, Jakarta Timur.

Puisi, cerita dan Hikayat Abdullah (KLAAKM) itu dengan introduksi dan analisisnya, tiga jilid, 1.570 halaman tebalnya, yang dikerjakan dengan penuh dedikasi, memperjelas hubungan sastra Melayu-Indonesia abad 19 dan merupakan sumbangan besar terhadap khazanah sastra bangsa kita.

Setelah KLAAKM selesai, kemudian diluncurkan, tampak Pak Amin Sweeney lega sekali, seperti lepas daris ebuah beban pekerjaan berat. Saya omong-omong dengan beliau pada suatu ketika, dengan suatu maksud, menduga-duga apakahs esudah kerja besar dan panjang yang baru usai, beliau ada waktu dan perhatian untuk menerjemahkan puisi-puisi saya.

Saya menyerahkan buku Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit 1, himpunan puisi saya selama 55 tahun (1953-2008), 1076 halaman. Saya tentu berharap, tahap pertama sangat penting, yaitu mudah-mudahan Pak Amin suka puisi saya, kemudian tahap kedua tak kalah penting, yaitu mau mengalih-bahasakannya ke bahasa Inggeris?

Pak Amin ternyata suka puisi saya. Dan bersedia menerjemahkannya. Alhamdulillah. Bukan main. Ketika membicarakan mana puisi yang akan diterjemahkan, saya sebut tentu perlu dipilih puisi-puisi yang katakanlah, mewakili setiap perioda, dari jangka karya 55 tahun itu. Tapi supaya tak kelihatan cerewet, akhirnya saya serahkan sajalah pada Pak Amin memilih mana puisi yang disukainya.

Penerjemahan berlangsunglah. Supaya interaksi selalu terjadi, sepakat ketemu sekali seminggu, yang dilangungkan di kamar kerja saya di kantor Horison, dengan ditambahkan satu meja tulis lagi. Kata Pak Amin, “Ini asyik. Dulu saya sepuluh tahun menerjemah dan menulis tentang Abdul Kadir Munsyi, saya tak bisa bertanya apa yang kurang jelas, karena pengarangnya sudah mati. Nah, kerja terjemahan yang sekarang ini lain. Penyairnya masih hidup. Kapan saya perlu, saya bisa bertanya.”

Lewat beberapa Minggu, karena ingin tahu, saya mencek puisi yang mana saja yang tidak terpilih diterjemahkan. Jawaban beliau mengejutkan. “Semua saya terjemahkan.” “Wah, semua?” tanya saya tak percaya pada telinga saya, bahwa 521 puisi saya dalam kumpulan 55 tahun itu, semua sedang dalam proses dialih-bahasakan.

Sebagai pecinta puisi, rasa estetikanya tinggi. Penguasaan bahasanya, lebih dari setengah abad bergaul dengan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia, sensitif sekali. Sebagai seorang akademik, telitinya bukan main. Diskusi yang kami lakukan setelah proses penerjemahan mendekati penyelesaian,  intensif  sekali.

Dua hobi Pak Amin yang saya catat adalah perangko kuno dan pengamat burung liar. Pengetahuannya tentang  burung melampaui seorang dokter hewan bukan spesialis unggas. Ketika kami ke Rumah Puisi di kaki gunung Singgalang dan Gunung Merapi, dia membawa teropong  mengamati burung-burung di kawasan desa Aie Angek, enam kilometer di Utara Padang Panjang itu.

Ada sebuah puisi saya tentang ikan, dan untuk itu kami berdebat. Saya kesal betul pada cara masyarakat membandingkan koruptor cilik dengan koruptor raksasa, Cuma memakai bandingan (sangat kuno) ikan teri dan ikan kakap (3 senti dengan 30 senti). Ikan paus yang 30 meter tak pernah disebut. Skandal Bank Century dan BLBI dilupa-lupakan. Saya terima kritik Pak Amin tentang puisi saya itu. Saya harus tulis ulang puisi yang satu itu. Supaya tidak lupa, saya beli The big Blue Book terbitan Asian Diver no 107, 2010 yang memuat foto-foto tajam tentang ikan-ikan raksasa jauh di dasar samudera.

Di Pertengahan tahun 2010, Padang Panjang mendapat hadiah dari WHO dan Kementerian Kesehatan sebagai kota nomor satu yang membersihkan diri dari asap rokok. Saya diundang baca puisi di lapangan Gunung Sejati pada acara Puncak Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2010, pada hari bulan 31 Mei itu. Saya menyodorkan ide pada Pak Amin untuk kami berdua di mimbar baca puisi, saya dalam bahasa Indonesia dan Pak Amin baca terjemahannya (yang memang sudah selesai diterjemahkan). Beliau setuju.

Untuk tidak membosankan publik, saya baca lima baris puisi aslinya, Pak Amin baca lima baris alih bahasanya, dan seterusnya. Pak Amin yang suka merokok, tidak keberatan membacakan puisi yang menolak asap rokok.

Tapi sedihnya, kegiatan 31 Mei itu adalah acara baca puisi kami berdua yangpertama dan terakhir  kalinya. Enam bulan kemudian, pada tanggal 13 November 2010 subuh hari, Pak Amin mendadak wafat, di rumah peristrahatan beliau di Cisarua. Inna lillahi wa inna Ilayhi raajiu’uun.  Beliau dimakamkan di Taman Pekuburan Umum Pondok Kelapa Jakarta Timur (15 menit dari rumah kediaman beliau di Taman Buaran Indah I).  Semoga amal saleh beliau diterima  Allah, mendapat magfirah, dan dibuka gerbang Raudhatul  Jannah. Semoga adinda Sastri, ananda Zizi dan seluruh keluarga tabah dan ridha adanya. Amin.

Sebelumnya,  di akhir September dengan gembira Pak Amin menyampaikan bahwa terjemahan puisi 521 puisi saya sudah selesai . Masya Allah. Alhamdulillah. Kegiatan Pak Amin sementara itu, memoles terjemahan dan menulis kata pengantar, juga sibuk dengan semangat tinggi menyelenggarakan Horison Online, sebuah bidang kegiatan dalam jaringan internet yang lama difikirkan redaksi  tapi terlantar dalam majalah sastra Horison. Kini Horison Online sudah berhasil mengejar ketertinggalan itu, dibawah pimpinan Pak Amin Sweeney. Terima kasih Pak Amin.

Selamat Jalan Pak Amin. Kami akan menyusul Anda. Pasti. Semoga kita berkumpul di tempat terbaik di Hari Akhir itu.Amin.

Jakarta, 25 Desember 2010.

 

  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
Online
Kami memiliki 12 Tamu online